Minggu, 22 Mei 2016

LINGKUNGAN KITCHEN


Kebakaran sering terjadi di area kitchen restoran. Biasanya hal ini disebabkan kelalaian manusia (human error) dan komunikasi yang tidak berjalan dengan baik.
Kebakaran adalah salah satu resiko yang mungkin terjadi di restoran. Untuk itu kita harus selalu berhati-hati terutama saat berhadapan dengan api atau gas elpiji. Banyak sekali kasus kebakaran yang bermula dari keteledoran crew kitchen maupun terjadinya masalah pada perangkat gas elpiji. Di artikel ini saya akan mencoba berbagi pengetahuan seputar beberapa kesalahan komunikasi di dapur yang memicu kebakaran di kitchen restoran terutama yang berhubungan dengan api dan gas elpiji.

Berikut kesalahan komunikasi di dapur yang memicu kebakaran di area kitchen :

1. Menuangkan bensin ke dalam kuali.

Penyebab:
(tidak melakukan komunikasi ke rekan kerja tentang hal yang diperbuatnya)

Hal ini terdengar sangat konyol. Namun kejadian ini pernah benar-benar terjadi di sebuah restoran. Suatu kali, ada seorang koki yang menuangkan bensin ke dalam kuali yang panas. Tak ayal lagi, api berkobar hebat. Setelah diselidiki, rupanya ada seseorang yang tanpa sengaja menaruh bensin yang digunakan untuk bahan bakar genset dalam sebuah derigen di dekat tempat biasa para koki menaruh minyak goreng. Dari peristiwa ini kita bisa belajar untuk selalu mengajarkan semua crew restoran untuk disiplin dalam bekerja termasuk dalam menaruh atau meletakkan sesuatu .

2. Menggoreng bahan terlalu banyak.

Penyebab:
(tidak melakukan komunikasi yang benar dalam proses pemasakan)

Karena dikejar pesanan yang banyak, seorang koki bisa saja nekat menggoreng bahan seperti ayam sekaligus banyak. Namun tindakan ini justru sangat berbahaya. Dengan kondisi kuali yang penuh, maka minyak goreng akan meluap ke pinggir kuali dan segera disambar api dari bawah kompor.

3. Regulator gas longgar.

Penyebab:
(tidak melakukan komunikasi dalam pemeriksaan tabung setiap waktu)

Jika regulator gas elpiji telah longgar, jangan sekali-kali kita biarkan. Segera ganti dengan regulator baru. Regulator yang longgar berpotensi terlepas dari mulut tabung gas sementara gas masih keluar. Jika api kompor masih menyala, maka besar kemungkinan terjadi kebakaran.

4. Error pada pentil atau katup gas.

Penyebab:
(tidak melakukan komunikasi dalam pemeriksaan tabung setiap waktu)

Saat regulator dilepas, ternyata gas masih keluar dikarenakan pentil atau katup gas tidak membalik atau kembali ke atas (posisi gas tertutup). Hal ini juga terjadi pada beberapa kasus. Solusi untuk hal ini adalah dengan mendorong pentil atau katup gas ke bawah sampai pentil tertolak ke atas dan gas berhenti keluar. Jika usaha untuk mengembalikan posisi pentil atau katup gas ini tidak berhasil, maka langkah paling aman adalah dengan membawa tabung gas elpiji keluar ruangan.

Itulah  hal yang memicu kebakaran di area dapur atau kitchen restoran yang sebagian besar karena kesalahan komunikasi pada sesama rekan kerja. Untuk mengatasi kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran, kita harus selalu mengingatkan crew restoran akan ancaman bahaya kebakaran.

Selain itu tempatkan juga gas pemadam kebakaran atau racun api di dalam dan luar area kitchen. Racun api yang ditempatkan di luar area kicthen akan berfungsi bilamana api sudah membesar di kitchen sehingga tak bisa mengambil racun api yang ada di dalam. Ajarkan juga semua crew restoran tentang bagaimana cara menggunakan racun api saat terjadi kebakaran.

Itulah beberapa dari sekian banyak hal yang memicu kebakaran di area kitchen karena kurangnya kesadaran dan komunikasi antar rekan kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar